Hasil Sosialisasi S2 Manajemen Logistik 16 Januari 2024

 



Hasil Sosialisasi Program S2 Manajemen Logistik Universitas Logistik dan Bisnis Internasional

Dokumentasi :

Pembahasan
Pembahasan Materi Sosialisasi S2 Manajemen Logistik ULBI

Sesi Tanya Jawab Sosialisasi S2 Manajemen Logistik ULBI

Universitas Logistik dan Bisnis Internasional (ULBI) berhasil mensosialisasikan program studi S2 Manajemen Logistik dengan visi dan misi yang jelas. Dengan fokus pada keunggulan konsentrasi dan sistem pembelajaran yang inovatif, berikut adalah rangkuman dari hasil sosialisasi tersebut.

Visi dan Misi Program Studi S2 Manajemen Logistik di ULBI

Visi program studi ini adalah menjadi yang terdepan dalam pengembangan dan penerapan ilmu Manajemen Logistik dan Rantai Pasok terpadu secara internasional. Melalui misi yang kuat, ULBI berkomitmen untuk menyelenggarakan pendidikan bermutu, melakukan kajian dan penelitian yang mendalam, serta memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat melalui pengabdian masyarakat.

Profil Lulusan dan Konsentrasi Program Studi

Para lulusan program ini memiliki profil yang unggul dengan kemampuan untuk mengisi posisi strategis seperti Manajer Logistik, Manajemen Rantai Pasok, dan Manajer Freight Forwarding. Dua konsentrasi utama, yaitu Logistics & Supply Chain Management dan Logistics & Transportation Management, memberikan lulusan keahlian khusus sesuai dengan tuntutan industri.

1. Keunggulan Konsentrasi Logistics & SCM

Konsentrasi ini mencetak manajer dengan kompetensi dalam:

- Mengelola, mengintegrasikan, dan mensinkronisasikan rantai pasok untuk meningkatkan kinerja logistik perusahaan.

- Menangani proses ekspor/import dan Kepabeanan dengan kepatuhan terhadap peraturan negara lain.

- Memberikan solusi perbaikan rekayasa bisnis logistik dan rantai pasok terintegrasi.

2. Keunggulan Konsentrasi Logistic & Transportation Management

Konsentrasi ini menghasilkan manajer dengan kompetensi dalam:

- Mengelola, mengintegrasikan, dan mensinkronisasikan rantai pasok untuk meningkatkan kinerja logistik perusahaan.

- Mengelola pengembangan, pembangunan, dan pembiayaan bidang transportasi.

- Memberikan solusi perbaikan terhadap permasalahan transportasi dan analisis kebijakan transportasi.

Sistem Pembelajaran dan Jalur Fast Track

Program S2 Manajemen Logistik di ULBI menawarkan sistem pembelajaran Blended Learning yang inovatif, menggabungkan kelas offline dan online pada hari Kamis, Jumat (17.00-20.00), dan Sabtu (08.00-12.00). Bagi yang berminat mengejar jalur Fast Track, ULBI menyediakan opsi yang memungkinkan mahasiswa menyelesaikan program dengan lebih cepat.

Keanggotaan CILT (The Chartered Institute of Logistics and Transport)

ULBI membanggakan diri sebagai kampus pertama di Indonesia yang menyelenggarakan program logistik terintegrasi dengan modul-modul The Chartered Institute of Logistics and Transport (CILT). Dengan ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan gelar akademis tetapi juga keanggotaan dan gelar MILT (Member of CILT), memberikan keuntungan tambahan dalam mengembangkan jaringan profesional dan memperkuat posisi mereka dalam industri transportasi dan logistik.

Hasil sosialisasi program S2 Manajemen Logistik di ULBI menciptakan pemahaman yang mendalam tentang nilai tambah dan peluang karir yang ditawarkan, menjadikan program ini sebagai pilihan utama bagi mereka yang ingin unggul dalam dunia logistik dan rantai pasok.

MANAJEMEN LOGISTIK: RUANG LINGKUP LOGISTIK

  MANAJEMEN LOGISTIK: RUANG LINGKUP LOGISTIK  (SCOPE OF LOGISTICS) “Mengalir Tanpa Hambatan: Memahami Ruang Lingkup dan Dinamika Sistem Logistik Modern”   By: Prof. Dr. Ir. Agus Purnomo, M.T., FCILT (Professor of Supply Chain Management – Master of Logistics Management Department – Universitas Logistik dan Bisnis Internasional / ULBI) 1.        Ruang Lingkup Umum Logistik Ruang lingkup logistik dalam dunia bisnis modern mencakup seluruh proses yang memastikan kelancaran aliran bahan, produk, dan informasi dari hulu ke hilir. Peran logistik tidak hanya terbatas pada pengangkutan barang, tetapi juga mencakup manajemen persediaan, pergudangan, penanganan material, pengemasan, serta sistem informasi yang mendukung efisiensi operasional. Sebagai penghubung antara fungsi produksi, pemasaran, dan keuangan, logistik berkontribusi besar terhadap efisiensi biaya, kecepatan pelayanan, dan keandalan distribusi. Dalam sistem logistik, perlu dibedak...

KLASIFIKASI PERSEDIAAN: ABC (PARETO), FMS, & VED ANALYSIS

    KLASIFIKASI PERSEDIAAN: ABC (PARETO), FMS, & VED ANALYSIS By: Prof. Dr. Ir. Agus Purnomo, M.T., FCILT (Professor of Supply Chain Management – Master of Logistics Management Department – Universitas Logistik dan Bisnis Internasional / ULBI)     I.  PENGANTAR: MENATA LOGISTIK DENGAN CERDAS DI ERA KOMPETITIF Di era persaingan industri yang semakin dinamis, pengelolaan persediaan (inventory management) bukan lagi sekadar urusan pencatatan barang di gudang, melainkan strategi penting dalam menjaga efisiensi biaya, kecepatan layanan, dan keberlanjutan rantai pasok. Banyak perusahaan logistik dan manufaktur menghadapi dilema antara kelebihan stok yang menekan modal kerja, dan kekurangan stok yang menghambat operasional. Untuk itu, pendekatan analitis seperti ABC, FMS, dan VED Classification hadir sebagai alat strategis dalam menentukan prioritas pengawasan dan pengendalian persediaan.   Melalui materi ini, mahasiswa dan praktisi diharapkan mam...

MANAJEMEN LOGISTIK: SIKLUS DAN STRATEGI PEMBELIAN (PURCHASING)

DARI PROSES KE STRATEGI: MEMAHAMI SIKLUS DAN STRATEGI PURCHASING DALAM PENGUATAN DAYA SAING LOGISTIK DAN INDUSTRI By: Prof. Dr. Ir. Agus Purnomo, M.T., FCILT. (Professor of Supply Chain Management – Master of Logistics Management Department – Universitas Logistik dan Bisnis Internasional / ULBI) A.       PENDAHULUAN:   RELEVANSI FUNGSI PEMBELIAN DALAM ERA INDUSTRI & LOGISTIK Di tengah persaingan global yang semakin ketat dan kompleksitas rantai pasok yang terus meningkat, fungsi pembelian tidak bisa lagi disamakan dengan aktivitas administratif belaka. Di sektor logistik Indonesia — yang pasar nilai-nya telah menembus US$ 67,8 miliar pada 2024 dengan pertumbuhan tahunan sekitar 6,8 % menuju US$ 131,4 miliar pada 2033 — proses pengadaan barang dan jasa kini menjadi fondasi penting untuk efisiensi biaya dan keandalan layanan. Contoh nyata terjadi pada penyedia layanan pengiriman barang antar‐pulau, di mana biaya logistik nasional masih membebani hingga ...

© ‧ Magister Manajemen Logistik - ULBI. All rights reserved.